
Sedikit berbagi mengenai Al-Qur'an : Ditinjau dari segi kebahasaan, Al-Qur’an berasal dari bahasa Arab yang berarti "bacaan" atau "sesuatu yang dibaca berulang-ulang". Kata Al-Qur’an adalah bentuk kata benda (masdar) dari kata kerja qara'a yang artinya membaca.
Bagi setiap muslim, Al Quran diturunkan untuk direnungkan, dibaca, dan dipahami maknanya, dipatuhi perintah dan larangannya, kemudian diamalkan isinya. Dengan demikian, ia akan menjadi hujjah baginya di hadapan Rabbnya, Sang Pemberi Syafaat baginya pada hari akhir/kiamat.
Pahala mengajarkannya
Sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam:
“Sebaik-baik kalian adalah siapa yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
Pahala membacanya
Sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam:
“Siapa saja membaca satu huruf dari Kitab Allah (Al-Qur’an), maka
baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali
lipatnya.”(HR. At-Tirmidzi)
Pahala bagi orang yang anaknya mempelajari Al-Qur’an
“Siapa saja membaca al-Qur’an, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka
dipakaikan kepada kedua orangtuanya pada hari kiamat mahkota dari cahaya
yang sinarnya bagaikan sinar matahari, dan dikenakan kepada kedua
orangtuanya dua perhiasan yang nilainya tidak tertandingi oleh dunia.
Keduanyapun bertanya, ‘Bagaimana dipakaikan kepada kami semuanya itu?’
Dijawab, ‘Karena anakmu telah membawa al-Qur’an.” (HR. Al-Hakim)
Al-Qur’an memberi syafa’at kepada ahlinya di Akhirat
Sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam:
“Bacalah al-Qur’an karena ia akan datang pada hari Kiamat sebagai
pemberi syafa’at kepada para ahlinya.” (HR. Muslim) Dan sabda beliau
shalallahu ‘alaihi wasalam:
“Puasa dan al-Qur’an, keduanya akan memberikan syafa’at kepada seorang hamba pada hari Kiamat…” (HR. Ahmad dan al-Hakim)
Pahala bagi orang yang berkumpul untuk membaca dan mengkajinya
Sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam:
“Tidak berkumpul suatu kaum di salah satu rumah Allah Ta’ala, sedang
mereka membaca kitab-Nya dan mengkajinya, melainkan mereka akan
dilimpahi ketenangan, dicurahi rahmat, diliputi para malaikat, dan
disanjungi oleh Allah di hadapan para makhluk dan di sisi-Nya.” (HR. Abu
Dawud)
Dapat menentramkan hati
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan
mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati
menjadi tentram.”
(QS. Ar Ra’d/13: 28)
Dapat menyembuhkan penyakit
“Hendaklah kamu menggunakan kedua obat-obat: madu dan Alqur’an”(HR. Ibnu Majah dan Ibnu Mas’ud)
Pembaca al-Qur’an dikurniakan hatinya dengan cahaya oleh Allah Subhanahu wa Ta‘ala dan dipeliharaNya dari kegelapan.
Diriwayatkan daripada Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu yang maksudnya :
“Bahawa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesiapa yang
mendengar satu ayat daripada Kitab Allah Ta‘ala (al-Qur’an) ditulis
baginya satu kebaikan yang berlipat ganda. Sesiapa yang membacanya pula,
baginya cahaya di hari qiamat.”
Pembaca al-Qur’an memperolehi kemuliaan dan diberi rahmat kepada ibu bapaknya.
Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang maksudnya :
“Sesiapa yang membaca al-Qur’an dan beramal dengan isi kandungannya,
dianugerahkan kedua ibu - bapanya mahkota di hari qiamat. Cahayanya
(mahkota) lebih baik daripada cahaya matahari di rumah-rumah dunia.
Kalaulah yang demikian itu matahari berada di rumah kamu (dipenuhi
dengan sinarannya), maka apa sangkaan kamu terhadap yang beramal dengan
ini (al-Qur’an).”(Hadis riwayat Abu Daud)
Pembaca al-Qur’an memperolehi kedudukan yang tinggi dalam syurga.
Bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang maksudnya :
Dikatakan kepada pembaca al-Qur’an: “Bacalah(al-Qur’an), naiklah (pada
darjat-darjat syurga) dan bacalah dengan tartil sebagaimana engkau
membacanya dengan tartil di dunia. Sesungguhnya kedudukan darjatmu
sehingga kadar akhir ayat yang engkau baca.” (Hadis riwayat Ahmad)
Membaca satu huruf Al Qur’an akan memperoleh sepuluh kebaikan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka ia akan
mendapatkan satu kebaikan dengan huruf itu, dan satu kebaikan akan
dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidaklah mengatakan Alif Laam Miim
itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan Mim satu
huruf.” (HR. Tirmidzi)
Keutamaan mempelajari al-Qur’an, menghafalnya, dan pandai membacanya
Sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam:“Perumpamaan orang yang membaca al-Qur’an sedang ia hafal dengannya
bersama para malaikat yang suci dan mulia, sedang perumpamaan orang yang
membaca al-Qur’an sedang ia senantiasa melakukannya meskipun hal itu
sulit baginya maka baginya dua pahala.” (Muttafaq ‘alaih)
Orang yang membaca Al Qur’an secara terang-terangan seperti bersedekah secara terang- terangan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Orang yang membaca Al Qur’an terang-terangan seperti orang yang
bersedekah terang-terangan, dan orang yang membaca Al Qur’an secara
tersembunyi seperti orang yang bersedekah secara sembunyi.” (HR. Abu
Dawud, Tirmidzi dan Nasa’i, lihat Shahihul Jaami’: 3105)
Fakta Ilmiah :
“Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, simaklah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat” (Q.S. 7: 204).
Dan Kami telah menurunkan dari Alquran, suatu yang menjadi penawar
(obat) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Alquran itu tidaklah
menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian
(Q.S.17:82).
Nah ini penelitian dari
Keuntungan Dan Manfaat Membaca Al-Qur'an :
Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di
Klinik Besar Florida Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan
mendengarkan bacaan ayat-ayat Al-Qur’an, seorang Muslim, baik mereka
yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologis
yang sangat besar.
Penurunan
depresi,
kesedihan, memperoleh
ketenangan jiwa,
menangkal berbagai macam penyakit
merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek
penelitiannya. Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan.
Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru
untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan
ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Dari hasil uji cobanya ia
berkesimpulan, bacaan Al-Qur’an berpengaruh besar hingga 97% dalam
melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.
Penelitian
Dr. Al Qadhi ini diperkuat pula oleh penelitian
lainnya yang dilakukan oleh dokter yang berbeda. Dalam laporan sebuah
penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika
Utara pada tahun 1984, disebutkan, Al-Qur’an terbukti mampu mendatangkan
ketenangan sampai 97% bagi mereka yang mendengarkannya.
Kesimpulan hasil uji coba tersebut diperkuat lagi oleh penelitian Muhammad Salim
yang dipublikasikan Universitas Boston. Objek penelitiannya terhadap 5
orang sukarelawan yang terdiri dari 3 pria dan 2 wanita. Kelima orang
tersebut sama sekali tidak mengerti bahasa Arab dan mereka pun tidak
diberitahu bahwa yang akan diperdengarkannya adalah Al-Qur’an.
Penelitian yang dilakukan sebanyak 210 kali ini terbagi dua sesi, yakni
membacakan Al-Qur’an dengan tartil dan membacakan bahasa Arab yang bukan
dari
Al-Qur’an.
Kesimpulannya, responden mendapatkan
ketenangan sampai 65% ketika mendengarkan bacaan Alquran dan
mendapatkan ketenangan hanya 35% ketika mendengarkan bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur'an.
Al-Qur’an memberikan pengaruh besar jika diperdengarkan kepada bayi. Hal
tersebut diungkapkan Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam Seminar
Konseling dan Psikoterapi Islam di Malaysia pada tahun 1997. Menurut
penelitiannya, bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan
ayat-ayat Al-Qur’an dari tape recorder menunjukkan respons tersenyum dan
menjadi lebih tenang.
Sungguh suatu kebahagiaan dan merupakan kenikmatan yang besar, kita
memiliki Al-Qur’an. Selain menjadi ibadah dalam membacanya, bacaannya
memberikan pengaruh besar bagi kehidupan jasmani dan rohani kita. Jika
mendengarkan musik klasik dapat memengaruhi kecerdasan intelektual (IQ)
dan kecerdasan emosi (EQ) seseorang, bacaan Al-Qur’an lebih dari itu.
Selain memengaruhi IQ dan EQ, bacaan Al-Qur’an memengaruhi kecerdasan
spiritual (SQ).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar